Tukar Cerita Perempuan Muda Sebagai Ruang Aman dan Penguatan

18

Diskusi berbagi pengalaman dan ruang aman bagi perempuan dan laki-laki muda sebagai kelompok pendukung. Pada Sabtu 30 Januari 2021 bersama kelompok perempuan dan laki-laki muda Tanjung Karang. Tujuan pertemuan ini membangun ruang aman, persaudaraan atas persoalan yang dihadapi dan menjadi ruang penguatan perempuan dan laki-laki muda. Diawali dengan personal story dimana peserta merasa powerfull dan powerless dan melibatkan 9 perempuan muda dan 1 laki-laki muda.

  • Perempuan dan laki-laki muda menghadapi persoalan komunikasi dengan orang tua nya yang disebabkan relasi kuasa dan kepemilikan orang tua terhadap anak, sehingga anak tidak memiliki ruang pengambilan keputusan atas dirinya dan pilihannya
  • Perempuan dan laki-laki muda lebih memilih bercerita kepada teman daripada orang tua atas persoalan yang dihadapi
  • Bersikap apatis menjadi pilihan komunikasi bagi anak muda pada orang tua
  • Beberapa anak muda merupakan korban kekerasan dalam rumah tangga yang berdampak psikologis anak
  • Keterbukaan anak muda menceritakan persoalan yang dihadapi, terbangun kepercayaan untuk sisterhood

Selasa, 2 Februari 2021 bersama perempuan muda kecamatan panjang, berbagi cerita mengenai persoalan kekerasan terhadap perempuan dengan melibatkan 8 perempuan muda dan 1 laki-laki muda. Tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan, menjadikan tema diskusi ini menjadi kebutuhan perempuan dan laki-laki muda kecamatan Panjang baik yang dialami sendiri maupun kejadian yang terjadi di lingkungan sekitar.

Beberapa persoalan kekerasan berbasis gender yang dialami perempuan muda terutama kekerasan berbasis gender online yang meningkat selama pandemi :

  • Catcalling, perempuan muda yang terlibat menyadari bahwa catcalling merupakan bagian dari KBG, namun masih menjadi tantangan adalah bagaimana merespon ketika menjadi korban catcalling
  • KBGO berupa video call orang yang tidak dikenal dengan menunjukkan alat vital
  • Chatting via whatapps yang mengarah pada nuansa seksual
  • Penyebaran video/foto pribadi bernuansa seksual tanpa ada izin pemilik
  • Kekerasan dalam pacaran yang berdampak pada kehamilan yang tidak diinginkan, perkawinan dan perceraian

Beberapa hal yang dilakukan menghadapi Kekerasan berbasis gender online dari pengalaman perempuan muda:

  • Blokir nomor yang tidak dikenal dan mengarah pada pembicaraan bernuansa online seksual
  • Simpan dokumentasi pribadi, jika HP rusak pastikan tempat servis bisa dipercaya
  • Tolak ajakan foto/video bersama pasangan yang mengarah pada nuansa seksual
  • Berani berbicara ketika mengalami kekerasan seksual pada orang tua
  • Bermain medsos dengan aman, memastikan karakter pasword kuat dan selektif memilih teman medsos