Diskusi dan Pemeriksaan Kesehatan “Kenali Diri, Jaga Kesehatan dan Bersikap untuk Cegah Perkawinan Anak”

71

Kegiatan ini diselengarakan pada Sabtu 20 Februari 2021 bersama 15 perempuan dan 2 laki-laki muda kecamatan Panjang dan Minggu 21 Februari 2021 bersama 12 perempuan dan 1 laki-laki muda kecamatan Tanjung Karang.

Anemia merupakan persoalan KSR yang melekat pada perempuan muda. Penyebab stunting, tidak terpenuhinya gizi dan menyumbang pada angka kematian ibu. Sehingga diperlukan pemahaman dan kesadaran untuk mengenali diri, tubuh sehingga perempuan dan laki-laki muda mampu bersikap untuk menjaga kesehatan dan mencegah perkawinan anak. Dimana dampak perkawinan anak secara fisik adalah berkaitan dengan kesiapan kesehatan seksual reproduksi.

Untuk itu, proses pemeriksaan kesehatan dibarengi dengan upaya pendidikan kritis bagi perempuan dan laki-laki muda terkait mengenali  tubuh, kesehatan seksual reproduksi, perilaku hidup sehat dan bersih.

Perempuan dan laki-laki muda antusias selama proses diskusi dan terlibat aktif dalam proses diskusi. Beberapa kata kunci yang disebutkan peserta untuk menjaga kesehatan tubuh:

  • Makan mie tidak boleh pakai nasi
  • Makan makanan pokok tidak boleh sembari minum teh/kopi/teh
  • Nutrisi makan isi piringku
  • Tidak boleh begadang
  • Menjaga kesehatan dengan konsumsi makanan sehat dan konsumsi tablet FE
  • Lingkungan mempengaruhi hormon
  • Tidak boleh olahraga pada malam hari
  • Tablet FE penting untuk remaja FE
  • Tidak boleh terlalu stress

Hasil pemeriksaan kesehatan dasar dan hemoglobin perempuan dan laki-laki muda Kec. Panjang menunjukkan dari 25 perempuan dan laki-laki muda yang melakukan pemeriksaan. Terdapat 4 perempuan muda yang memiliki tekanan darah tinggi dan kadar HB rendah