LSM: Kasus Kekerasan Seksual di Lampung Meningkat Selama Pandemi

51
LAMPUNG, KOMPAS.com – Kasus kekerasan seksual di Lampung melonjak dua kali lipat selama masa pandemi virus corona.
Lonjakan kasus tersebut diketahui dari pengaduan korban yang datang ke Lembaga Advokasi Perempuan dan Anak, Damar Lampung.
Staf Penanganan Kasus Damar Lampung, Afrintina mengatakan, hingga Juni 2020 atau selama satu semester sejak Januari 2020, kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak meningkat tajam.
“Ini berdasarkan data dari pengaduan yang datang ke Damar,” kata Afrintina saat ditemui, Rabu (1/7/2020).
Afrintina menjabarkan, selama masa pandemi corona tercatat telah terjadi kasus kekerasan seksual sebanyak 11 kasus.
Rinciannya, kasus pencabulan di ranah privat berjumlah 3 kasus, kasus pencabulan di ranah publik berjumlah 3 kasus, dan kasus pelecehan seksual 1 kasus.
Jumlah ini dua kali lebih banyak dibandingkan semester yang sama pada tahun 2019 lalu yang berjumlah lima kasus.
“Berdasarkan catatan kami, jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu, padahal baru enam bulan pertama,” kata Afrintina.
Advokat Damar Lampung, Meda Fatmayanti mengatakan, lonjakan itu baru diketahui begitu masa pelonggaran pembatasan sosial.
“Di awal masa pandemi, pengaduan sedikit yang masuk, kami pikir berkurang. Ternyata korban baru mengadu setelah ada pelonggaran pembatasan sosial. Dan, jumlah kasusnya lebih tinggi,” kata Meda.
Meda mengatakan, meski pengaduan korban baru masuk di awal Juni 2020, namun kasus-kasus itu terjadi selama rentang masa tanggap darurat virus corona.
“(Data) ini yang masuk, pengaduan ke Damar Lampung. Belum dari kepolisian. Namun, dari hasil diskusi dengan bagian visum beberapa rumah sakit, memang banyak kasus kekerasan seksual yang terjadi saat pandemi,” kata Meda.