Hari Pendidikan, Damar dan Permampu Rekomendasikan Pendidikan Kritis

51

Bandar Lampung, Falsafah.ID – Pendidikan kritis merupakan salah satu bentuk dari pendidikan seumur hidup (life long learning). Hal tersebut ditegaskan oleh Lembaga Advokasi Perempuan Damar dan Konsorsium Permampu dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/5/2020).

Menurutnya, terdapat 4 pilar dalam pendidikan seumur hidup, yaitu: belajar untuk mengetahui dan menguasai sesuatu,melakukan atau menerapkan sesuatu, menjadi seseorang yang percaya diri dan mampu hidup bersama orang lain dengan harmonis.

“Secara khusus keempat kemampuan ini harus didasari oleh kesadaran kritis yang bukan hafalan atau keyakinan buta semata,” terang koordinator Permampu, Dina Lumbantobing.

Dina menjelaskan Permampu mulai April sampai dengan Mei, sedang melakukan pendidikan diskusi kritis untuk sekitar 800-an kader, para pihak berkepentingan (stakeholder local) dan pengurus kelompok perempuan dampingan Permampu.

“Pemahaman mereka dalam memahami seluk beluk virus corona menjadi dasar untuk masuk ke kesadaran baru mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan bahasa yang mudah dipahami. Selama ini kebersihan dan kesehatan belum menjadi sebuah perilaku penting yang menjadi dasar membangun immunitas dan mengatasi segala bentuk wabah,” jelasnya.

Sementara Direktur Lembaga Advokasi Perempuan Damar, Sely Fitriani mengatakan bahwa hal penting lainnya adalah sampai hari ini belum diketahui sampai kapan wabah Covid 19 akan berakhir di Indonesia, mungkin sampai Juli bahkan akhir Desember 2020, yang tentunya akan berimplikasi pada ekonomi.

“Untuk itu, di Hari Pendidikan ini, Lembaga Advokasi Perempuan Damar menyampaikan rekomendasi agar layanan kesehatan di Puskesmas (Immunisasi, akses ke pemeriksaan kehamilan, akses ke kontrasepsi, gizi/stunting), dan pendidikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) oleh para kader dan para pihak bisa terus berjalan dengan berbagai strategi sesuai protocol kesehatan,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Falsafah.ID, Sabtu (2/5/2020).

Sely menjelaskan, selama ini di Lampung, Damar telah mendampingi 4 wilayah, Bandarlampung, Lampung Selatan, Tanggamus, Lampung Timur dengan gerakan konkrit di komunitas yakni terlibat di gerakan desa, sebagai tim Gugus Tugas Desa dalam penanganan Covid-19. Juga membantu isolasi mandiri, membangun hotline rujukan, pengembangan usaha tanggap darurat kesehatan melalui pembuatan massal disinfektan, hand sanitizer, tempat cuci tangan dan kaki di luar rumah.

“Dibarengi dengan  pembuatan masker, menggiatkan pondok pangan/sembako serta aktif terlibat dalam pendataan, memverifikasi dan memantau agar bantuan untuk warga miskin yang terdampak Covid 19 tepat sasaran.  Seluruh kegiatan ini diprakarsai kelompok-kelompok perempuan dampingan,” tambahnya

Damar juga meminta pemerintah mengaktifkan hotline dan diskusi kritis untuk pengaduan, dan merespons cepat soal Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) dan Kekekerasan Terhadap Perempuan, khususnya KDRT & Kekerasan seksual, termasuk melanjutkan pendidikan untuk anak dan keluarga mengenai HKSR di masa wabah Covid-19.

“Lembaga Advokasi Perempuan Damar dan Konsorsium Permampu meyakini bahwa sosialisasi dalam bentuk pendidikan dan Diskusi kritis untuk akar rumput harus  tetap dilaksanakan dalam situasi bencana seperti wabah Covid-19, untuk perempuan akar rumput, dan  untuk semua, di semua tempat,” pungkasnya. (*)

Sumber : https://falsafah.id/hari-pendidikan-damar-dan-permampu-rekomendasikan-pendidikan-kritis/