Suara Perempuan Muda untuk Advokasi Pencegahan Perkawinan Anak

24

Rabu, 10 februari 2021, Lembaga Advokasi perempuan DAMAR melangsungkan hari ulang tahun dan refleksi ke 21 tahun dengan tema “Menoleh Sejarah, Menghadapi Bonus Demografi untuk masa depan perempuan dan anak”.

Diskusi dihadiri 290 an peserta dari multisektor yang diselenggarakan melalui zoom meeting. Dari Unsur Organisasi perangkat daerah (OPD) tingkat propinsi dan perwakilan 6 kabupaten/kota, lembaga penyedia layanan perempuan dan anak korban, Aparat penegak hukum, jaringan organisasi, NGO Lokal, sumatera hingga Nasional.

Harapannya kegiatan ini dapat menjadi ruang refleksi dan membangun kesadaran bersama terhadap situasi pemenuhan hak perempuan dan anak, membangun komitmen multistakeholder dalam menghadapi bonus demografi dan penggalangan dukungan dana publik sebagai wujud kolektifitas pemenuhan perempuan dan anak untuk masa depan perempuan dan anak

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Gubernur Lampung dengan ucapan terimakasih kepada Perempuan DAMAR yang terus bersinergi dengan pemerintah yang membantu untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat sesuai program kerja yang dimiliki. Partisipasi tersebut sangat membantu pemerintah dalam mensejahterakan masyarkat.

Dimeriahkan oleh sastrawan Jakarta Dewi Nova Wahyuni dengan puisi “siapa engkau” yang mengulik situasi ketidakadilan gender yang dihadapi perempuan. Melibatkan penanggap Ibu Fitriani Damhuri (kepala Dinas PPPA Propinsi Lampung), Apriliati (Wakil Ketua Bapemperda Propinsi Lampung), Husein Muhammad (Tokoh feminis muslim) dan Unang Mulkan (akademisi yang juga Ketua SDG’s Center)

Situasi perkawinan anak yang mengalami peningkatan yang cukup signifikan terdapat 700 perkara dispensasi kawin di pengadilan agama se wilayah pengadilan tinggi agama Bandarlampung periode Jan-Nov 2020. Selain itu, angka perceraian cukup tinggi pada bulan November terdapat 1.194 cerai gugat dan 332 cerai talak yang telah diputus dengan faktor penyebab terbanyak perselisihan/pertikaian dan ekonomi. Salah satu dampingan DAMAR pun mengalami KDRT dan eksploitasi seksual yang dilakukan oleh suaminya dengan memperdagangkan istrinya. Dari 54 kasus yang didampingi sepanjang Jan-Okt 2020, tertinggi adalah kasus kekerasan seksual. Kekerasan berbasis gender online menjadi trend baru yang dilakukan pelaku kekerasan seksual.

Data-data di atas ditunjang dengan cerita perempuan muda yang disampaikan pada proses refleksi, “Masih marak praktek perkawinan anak dengan alasan tidak bisa melanjutkan pendidikan yang terkendala biaya dan merepotkan orang tua, dari steatment tersebut mereka berfikir untuk menikah akan lebih mudah dan meringankan beban orangtua tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi setelah melakukan perkawinan anak. Akhirnya banyak permasalahan yang muncul setelah menikah diusia anak yaitu dianaranya terjadi KDRT, pola asuh anak yang salah sehingga banyak anak-anak yang tidak mendapat pola asuh yang baik dan pendidikan yang layak. Faktor lain sehingga orang melakukan perkawinan anak seperti kehamilan yang tidak diinginkan, karena takut dan menganggap itu sebagai sebuah aib orangtua akhirnya memutuskan menikahkan anaknya. Kasus tersebut sering terjadi di lingkungan tempat tinggal yaitu daerah Panjang dan memang belum ada solusi yang tepat untuk menangani”. Serli Nurbaiti –Suara Perempuan muda kec. Panjang

Komitmen multistakeholder dalam upaya pencegahan perkawinan anak dan menghadapi bonus demografi untuk kualitas perempuan dan anak di Lampung

Wakil Ketua Bapemperda Propinsi Lampung-Ibu Apriliati menyebutkan dalam waktu dekat akan reses di kec. Panjang sehingga dapat diarahkan untuk upaya mencegah perkawinan dini, mengatasi pola asuh anak yang salah dan sebagainya. Anggaran-anggran 2021 yang disahkan november 2020 belum dapat direalisasikan untuk lain-lain karena masih terfokuskan pandemi covid-19 yang belum teratasi sampai saat ini.

Secara garis besar ada 3 payung utama yang menjadi fokus DP3A untuk memastikan kualitas bonus demografi yaitu pengarusutamaan gender, kabupaten kota layak anak, dan ketiga perlindungan korban kekerasan. Fitriani Damhuri-Kepala DP3A Propinsi Lampung

Hal ini dipertegas oleh KH Husein Muhammad-Tokoh Feminis Muslim bahwa Misi agama adalah agama untuk manusia didalam kerangka kemanusiaan yaitu kesetaraan keadilan dan kemaslahatan umat.

Kita semua harus bersinergi untuk mengkawal beberapa capaian aspek untuk kesetaraan gender pada target SDg’s tahun 2035. (Unang Mulkan-Akademisi)