Kolektifitas Forum Perempuan Muda Se Sumatra Dampingan Permampu Untuk Menyuarakan Hari Anti Kekerasan Seksual

142

14 Februari 2020 Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR bersama konsorsium Permampu Sumatera memperingatinya sebagai hari anti kekerasan seksual. Di Lampung, DAMAR mengkampanyekannya dengan menggandeng teman-teman muda untuk berkolaborasi diantaranya forum perempuan muda dari 5 kab/kota (Bandarlampung, Lampung Timur, Lampung Tengah, Tanggamus, Lampung Selatan) dan jaringan organisasi perempuan muda (Korps Himpunan Mahasiswa Iindonesia Wati/KOHATI, Ikatan Pelajar Muhamadiyah/IPM, Korps PMII Puteri Propinsi Lampung/KOPRI, Empowomen, Women March, Forum Puspa Lampung, UKMF Mahkamah Fakultas Hukum Universitas Lampung, dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Bandar Lampung/IPPNU.

Kampanye anti kekerasan seksual diwarnai dengan beberapa rangkaian

  • Aksi Damai dengan tema “Berbagi kasih sayang dan pesan penghapusan kekerasan seksual” di 3 titik dengan sasaran adalah pelajar di SMA Perintis Bandarlampung, SMA Utama Bandarlampung, dan SMPN 25 Bandarlampung dengan berbagi bunga berisi pesan :
  • Stop Perkawinan Anank
  • Sahkan RUU PKS
  • Berani Menolak Aktivitas Seksual di Usia Anak
  • Hindari Kehamilan Tidak Diinginkan
  • Jaga dan Rawat Organ Reproduksi
  • Tubuhmu adalah milikmu
  • Ekspresikan Cintamu Tanpa Kekerasan

Aksi damai ini dilaksanakan tepat 14 Februari 2020 pukul 11.00 sd selesai dengan melibatkan 21 perempuan muda dari forum perempuan muda Bandarlampung, Tanggamus, dan Lampung Tengah.  Ada 100 an pelajar yang memperoleh pesan-pesan untuk penghapusan kekerasan seksual

Awalnya anak-anak sekolah tidak mau menerima bunga yang dibagikan. Kami dianggap sales/penjual bunga. Setalah ada satu orang yang kami jelaskan, baru teman-temannya yang lain berdatangan dan bilang benar juga kalau tidak boleh ada kekerasan. Okta-FPM Bandarlampung

Saya merasa senang ketika saya bisa memberi bunga pada teman-teman. Bukan hanya bunga tapi juga bisa memberikan informasi tentang pacaran sehat, stop kekerasan pada pasangan. Mereka juga tampak khusuk mendengarkan dan terlihat senang. Dini-FPM Tanggamus

  • Youth Campaign Forum dengan tema “Perempuan muda berbegerak dan bersuara untuk pencegahan kekerasan seksual”. Pada 14 Februari 2020 di wood stairs cafe pukul 13.30 sd selesai. Kegiatan ini melibatkan 133 peserta dari organisasi perangkat daerah, forum perempuan muda dan jaringan organisasi dan komunitas muda di Lampung.

Di forum ini jaringan organisasi perempuan muda yang berkolaborasi turut berkampanye untuk penghapusan kekerasan seksual dengan dance, puisi, orasi, bertukar kado dengan pesan penghapusan kekerasan seksual dan diskusi bersama.

Puisi yang dibawakan ikatan pelajar puteri nahdlatul ulama menggambarkan perkosaan yang dihadapi perempuan dan akses ketidakadilan hukum yang dialami

Orasi dari Korps PMII Puteri merefleksikan situasi kekerasan seksual mahasiswi yang terjadi dikampus UIN Raden Intan Lampung.

Dance 4life dan dance one billion rising sebagai pembuka acara youth campaign forum. Ajakan pada perempuan-perempuan untuk melakukan demonstrasi atau menyatakan sikap anti kekerasan pada perempuan dengan cara yang unik yang sesuai dengan tagline-nya, yakni menari.

Youth Campaign Forum dibuka oleh DPRD Propinsi Lampung, Ibu Eva Dwiana dan menekankan perempuan untuk bersatu serta mengajak laki-laki untuk juga terlibat memerangi kekerasan terhadap perempuan. “Bukan hanya perempuan saja yang memerangi tetapi juga kaum lelaki yang membantu. Ini harus melibatkan laki-laki”. Kalau perempuan sudah bersatu, maka InsyaAllah semua terselesaikan. Perempuan terkadang mengurusi hal-hal yang kecil-kecil, padahal bisa mengurusi hal-hal yang besar”.

Sesi bincang santai yang bertujuan untuk memberikan pemahaman bersama pentingnya penghapusan kekerasan seksual  dan membangun komitmen pemerintah daerah serta legislatif dalam mendorong kebijakan dan program untuk penghapusan kekerasan seksual.

Narasumber yang dihadirkan :

  • DAMAR “Data dan Fakta Kasus Kekerasan Seksual”
  • DPRD Propinsi Lampung “Komitmen DPD RI mengawal kebijakan untuk penghapusan kekerasan seksual”
  • Dinas PP dan PA Propinsi Lampung “Kebijakan dan program Dinas PP dan PA untuk penghapusan kekerasan seksual”
  • Dinas Kesehatan  “Program Dinas kesehatan Propinsi Lampung Untuk Penghapusan Kekerasan Seksual“
  • Akademisi “Pentingnya Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual untuk Penghapusan kekerasan seksual”

Komitmen eksekutif dan legislatif untuk penghapusan kekerasan seksual

  • Ibu Lesty Putri Utami/ DPRD Propinsi Lampung

2016-2019 menjadi polemik karena masalah rancangan UU Penghapusan Kekerasan Seksual belum juga disahkan. Harapannya RUU itu dapat digodok habis teman-teman di pusat atau DPR RI dan terlaksana menjadi naskah UU. Setelah itu kita di Provinsi bisa memberikan payung hukum lainnya atau turunan dari UU tersebut seperti Peraturan Daerah.

Kondisi dan rasa simpati kita kepada banyaknya kasus kekerasan seksual. Komitmen utamanya Saya dan teman-teman di Komisi V, kita bermitra dengan ibu-ibu disini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kemarin kita sempat menggodok Rancangan Peraturan Daerah usulan dari komisi V tentang upaya penurunan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Masih dalam bentuk rancangan Peraturan Daerah dan baru tahap pengajuan judul ke Kementerian Dalam Negeri dan langsung di ACC.

  • Ibu Erna Suud/Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Kalau korban mengalami pelecehan maka akan divisum di RS Abdul Moeloek, disitu ada UPTPKTK. UPTPKTK ini layanan gratis, silahkan mengaksesnya. Dinas PPPA ada UPTD apabila terjadi KDRT atau kekerasan yang lain, kita punya UPTD P2TP2A yang memberikan layanan terhadap kasus-kasus kekerasan. ada RPTC dan bekerja sama dengan Dinas Sosial. Selain pendampingan secara hukum di kepolisian, juga ada pendampingan di Pengadilan.

  • Ibu Sumarni/Dinas Kesehatan Propinsi Lampung

Kita sudah ada Puskesmas Mampu KTP dan KTA. Kalau rumah sakit juga sudah ada UPTnya dan ada pelayanan khususnya yaitu P2TP2A. Hampir semua puskesmas sudah Mampu KTP dan KTA, kita punya prioritas satu kabupaten minimal ada 4 puskesmas. Kalau kerumah sakit memerlukan biaya sehingga lebih baik datang ke puskesmas, dan juga ada pendampingan untuk psikologisnya, kita punya kader di desa-desa, di sekolah kita juga punya kader remaja yang namanya konselor remaja. 

  • Ari Darmastuti/ Akademisi Universitas Lampung

Sekitar 10 tahun yang lalu, dengan Perda dahulu Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan membuat mekanisme perlindungan hukum, tetapi sekarang itu sudah tidak jalan lagi. Sehingga kenapa kita butuh UU dan Perda karena unit khusus yang sudah terbentuk dengan baik sekarang mulai lemah karena tidak ada kerjasama kuat dengan Dinas, Kepolisian, sehingga petugas yang dahulu dilatih hilang karena promosi, rolling dan sebagainya. Sehingga Perda ini perlu direfresh dengan Perda baru, sehingga nanti di Lampung mekanismenya akan jalan kembali. 

Rekomendasi

Dinas PP bisa meleading untuk mereview, melihat kembali sejauh mana efektivitas dari peraturan yang sudah lahir, juga melihat sejauh mana program dan anggaran bisa menjangkau upaya pencegahan dan penanaganan. 

  • Talkshow Kerjasama radio Sonora 96.0 FM dengan tema “Bergerak dan bersuara untuk penghapusan kekerasan seksual”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 22 Februari 2020 on air pukul 17.00 – 18.00 wib. Narasumber talkshow
  • DAMAR “Data dan Fakta Kasus Kekerasan Seksual di Lampung”
  • Akademisi “ Pentingnya RUU Penghapusan kekerasan Seksual”

Ada pertanyaan yang muncul menekankan pada Informasi mengenai mekanisme layanan yang masih menjadi kendala bagi teman-teman muda ketika mengalami kekerasan seksual atau pelecehan hal ini tercermin dari pertanyaan yang dilontarkan.

Talkshow ini diharapkan dapat membangun opini publik dan dukungan publik terkait pentingnya pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual