Damar Lampung: Selama Pandemi Kasus KDRT Meningkat

86

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Advokat Lembaga Advokasi Perempuan Damar Lampung, Afrintina menyatakan, selama pandemi Covid-19, kerentanan kekerasan terhadap perempuan justru meningkat.

Hal ini dibuktikan dengan tingginya laporan kekerasan terhadap wanita dari medio Maret-April 2020.

“Jumlah kasus yang masuk ke lembaga advokasi perempuan Damar, Maret-April 2020 sebanyak 23 kasus,” ujar Afrintina, Jumat (26/6/2020).

Dengan rincian, lanjut Afrintina, ada 14 kasus KDRT, 3 kasus siber, 1 kasus inses, 2 kasus kekerasan dalam pacaran (KDP), 2 kasus pencabulan anak di bawah umur, dan 1 kasus pelecehan seksual.

“KDRT masih menempati urutan tertinggi, selebihnya kasus kekerasan gender berbasiskan online (siber),” katanya.

Terkait proses penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak termasuk KDRT di Lampung, menurutnya dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak telah merancang mekanisme pelayanan secara offline melalui UPT atau P2TP2A kabupaten/kota.

Namun selama penerapan pembatasan sosial, Afrintina menyebut banyak lembaga layanan korban kekerasan yang turut memberlakukan kebijakan kerja dari rumah.

Tak terkecuali, lembaga pendamping dan koseling yang juga melakukan pembatasan sosial.

“Demi protokol kesehatan, pengaduan langsung untuk sementara waktu ditiadakan. Namun pengaduan online terus dilakukan,” jelasnya.

Akan tetapi pihaknya melihat perempuan masih mengalami kendala mengadukan kasus kekerasan yang dialami, khususnya perempuan yang tidak memiliki keterampilan terkait teknologi.

Selain itu, penanganan kasus kasus di kepolisian, kejaksaan dan pengadilan juga dirasa mengalami hambatan dalam memastikan akses layanan berkualitas bagi perempuan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Damar merasa sangat penting menyelenggarakan fokus grup diskusi secara daring bersama institusi terkait seperti lembaga penyedia layanan korban, aparat penegak hukum, media, dan psikolog klinis.

“Temanya efektifitas dan kualitas layanan perempuan korban serta konseling laki laki pelaku untuk perubahan perilaku selama masa pandemi covid 19 di lampung. Rencananya diskusi daring ini dilaksanakan hari senin nanti melalui aplikasi meting online,” tukasnya.(Tribunlampung.co.id/Muhammad Joviter)

Sumber :https://lampung.tribunnews.com/2020/06/27/damar-lampung-selama-pandemi-kasus-kdrt-meningkat